Belum Ada Perbaikan 12 Titik Lampu PJU Mati, Di Jalan Raya Jaga Wana

Belum Ada Perbaikan 12 Titik Lampu PJU Mati, Di Jalan Raya Jaga Wana

 

 

Sinar7.com | | BEKASI

– Belum sama sekali ada perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum yang ada di sepanjang jalan raya Jagawana sampai Jembatan Jagal lampu penerangan jalan mati tak berfungsi di wilayah Kampung Jagawana, Desa Sukarukun Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sangat gelap penyebabnya lampu-lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) 12 titik lampu terpasang ditiang listrik jadi sia-sia tak berfungsi untuk penerangan jalan. Minggu (08/08/2021)

Padahal proyek lampu PJU pungsinya untuk penerangan jalan dan untuk si pengguna jalan bagi masyarakat yang melintas pulang kerja atau mau berangkat ke pasar, karna kondisi jalan bila malam hari sangat gelap, hanya ada sorotan lampu dari rumah warga dan kendaraan yang melintas. Matinya lampu PJU sudah cukup sangat lama hampir 8 bulan sampai sekarang hingga membuat resah masyarakat dan pengguna jalan yang mau melintas karena 12 titik lampu PJU mati tidak berfungsi.

 

Begitu juga seperti dikatakan salah satu warga Upi mengatakan was-was bila melintas disepanjang jalan ini bila malam hari sangat gelap. Padahal rawan begal, kecelakaan dan pencurian, saya sering lewat sini karena jalur ini sering saya lewati untuk bulak-balik melintasi kerumah saya, jalan ini seharusnya dengan lampu mati untuk penerangan jalan harus cepet diperbaiki dan ambil tindakan cepat ini mah Pak, hampir 8 bulan lampunya mati belum sama sekali ada yang memperbaiki, kata Upi warga, Ketika di wawancara oleh awak media Sinar7.

Disisi lain Yusuf Supriyatna Ketua Dpn Tim investigasi LSM-KAMPAK-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia) saat di jumpai awak media mengatakan sangat mennyayangkan kinerja Dinas terkait terkesan tidak peduli untuk perawatan dan pemeliharaan lampu. Padahal di sepanjang jalan raya Jagawana banyak lampu mati, padahal sudah jelas–jelas lampu jalan tersebut sangat penting buat masyarakat terutama yang pulang kerja malam hari yang mau berangkat kepasar dan beraktivitas lainnya, sedangkan kondisi jalan sangat lah gelap disepanjang jalan tersebut dibiyarkan lampu penerangannya mati.

Lanjut Yusuf, sedangkan 12 titik lampu di jalan raya Jagawana yang dilengkapi dengan atap kaca sebagai penahan panas dan hujan yang terpasang dengan jarak 50 meter jarak satu tiang itu tidak berfungsi sudah 8 bulan mati, tanpa adanya pengecekan atau perawatan hanya dibiarkan begitu saja. Padahal penerangan lampu jalan umum sangatlah penting bagi pengguna jalan sepeda motor dan mobil untuk menghindari dari kecelakaan atau kriminalitas lainnya yang tidak di inginkan penguna jalan atau masyarakat. Ucap Yusuf

 

 

(Wn& team)