Ketua LPBI NU Soroti Pencemaran Lingkungan di Kabupaten Bekasi

Ketua LPBI NU Soroti Pencemaran Lingkungan di Kabupaten Bekasi

Sinar7.com || BEKASI – Ketua LPBI NU, Cucung Wahyudi Bersama tokoh masyarakat pencinta lingkungan hidup diskusi menggawal lingkungan agar tidak ada lagi oknum masyarakat yang buang sampah sembarangan.

Pada diskusi itu, Ketua LPBI NU menyoroti kerusakan dan pencemaran lingkungan yang diduga akibat adanya aktivitas mesin-mesin robot milik Perusahaan Listrik Tenaga Batubara Listirindo (PLTB CL), di Kampung Pasar Mas, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kamis (05/08/2021).

“Sangat-sangat merusak ekosistem sungai dan daratan sungai CBL di keruk tanahnya dengan alesan pendangkalan tapi hasilnya di jual ke developer, bantaran sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) penuh sampah limbah perumahan,” kata dia.

Menurut dia,adanya aktivitas mesin armada PLTB CL itu berdampak pada polusi air darat dan laut sehingga sangat merugikan masyarakat.

“Berserakan hanyut bersamaan CSR PLTB CL pun ikut ke bawa arus sungai menuju laut masyarakat hanya bisa protes dalam hati nyaris tak terdengar, debu asepnya mengebul hitam menghantam oksigen masyarakat disekitar PLTB CL, jalanan raya sepanjang bibir sungai Bekasi- Cikarang Bekasi Laut (CBL),” jelas Cucung.

Bukan hanya itu,Cucung juga melihat kerusakan-kerusakan lain yang diduga akibat adanya aktivitas yang dilakukan PLTB CL serta adanya dugaan main mata yang dilakukan PLTB CL dengan pihak-pihak lain.

“Hancur berlobang apakah selama ini Pemda kabupaten Bekasi tutup mata apakah Penegak Hukum menonton doang seakan-akan pembiaran kejahatan alam yang terstruktur terorganisir,” ujarnya.

Cucung, meminta agar pihak terkait untuk segera melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat saat ini untuk segera adanya perbaikan jalan dan menutup pembuangan sampah ilegal serta menutup penggalian di bibir sungai CBL.

“Kepada kementerian kesehatan RI, BNPB Dinas kebersihan Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, Satgas Covid-19 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Satgas Citarum Harum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segara turun untuk melihat langsung kondisi yang sungguh prihatin,” pintanya.

(Yusup)