LPBI NU Bersama NU PEDULI Berikan Vitamin C Untuk Warga Pebayuran yang Sedang Isoman

LPBI NU Bersama NU PEDULI Berikan Vitamin C Untuk Warga Pebayuran yang Sedang Isoman

SINAR7.COM || BEKASI – Giat LPBI NU Kabupaten Bekasi tanggal 10 juli 2021 pelaksanaan PPKM DARURAT tanggal 3 – 20 Juli 2021, relawan LPBI NU sinergi dengan NU PEDULI memberikan bantuan berupa HAND SANITIZER, MASKER 3-PLY dan Vitamin C 1.000mg (suplemen makanan) kepada masyarakat yang saat ini sedang Isoman, Bantuan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 dengan tetap mematuhui Protokol Kesehatan program 5M. Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak Mengurangi mobilitas dan Menjauhi kerumunan.

Kepada warga masyarakat yang melakukan lokdown(isoman), A Cucung Wahyudi ketua LPBI NU Kabupaten Bekasi turun langsung memberikan bantuan di beberapa tempat berbeda, di YPI AL-JIHADIYAH, YPI AZ-ZAHRA PEBAYURAN dan Warga kampung telukhaur kecamatan pebayuran penyerahan bantuan ini di terima langsung secara simbolis oleh Kang UU tokoh masyarakat pemerintahan kecamatan pebayuran.

Selama pemberlakuan PPKM DARURAT ini LPBI NU sebagai Relawan kemanusian saling bantu mengingatkan kepada saudara, tetangga agar selalu tetap mengikuti anjuran pemerintah yaitu menjalankan prokes 5M di mulai dari diri kita sendiri, supaya musibah wabah Virus Covid-19 ini cepat bisa hilang di NKRI yang kita cintai ini ujar A Cucung Wahyudi ketua LPBI NU Kang UU mewakili masyarakat Desa Teluk Haur-Pebayuran kabupaten Bekasi.

Kang UU Selaku Tokoh masyarakat mengucapan terimakasih jazakumulloh khairon katsiro kepada LPBI NU kabupaten Bekasi yang sangat peduli kesehatan masyarakat yang saat ini sedang ISOMAN.

“Semoga bantuan berupa HAND SANITIZER, MASKER dan VITAMIN C ini bisa membantu masyarakat semakin sadar akan kesehatan dirinya dan lingkungannya,kepada warga yang sedang sakit semoga lekas sehat, Masyarakat sehat Ekonomi bangkit,” ujar Kang UU.

Dalam kegiatan LPBI NU dan NU PEDULI Tetap Mengedepankan Protokol Kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

(Rudi/Andri)